Arsip

Arsip Penulis

Tempat-Tempat Wisata dan kuliner

Tempat-Tempat Wisata dan kuliner

image

1. Kelurahan Kandri Tempat Wisata Goa Kreo

Goa Kreo adalah sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Mesjid Agung Demak . Ketika itu menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Kata “Kreo” berasal dari kata Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu .
Selain menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk serta bercanda dengan kera penunggu kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati aliran sungai yang dingin dan segar di bagian bawah daerah ini.Obyek wisata ini terletak didukuh Talunkacang, Kelurahan Kandri , Kecamatan Gunung Pati kurang lebih 8 Km dari Tugu Muda, dibuka untuk umum jam 08.00 s/d 18.00 WIB . Setiap tanggal 3 Syawal diadakan upacara Sesaji Rewanda.

 

   

Selain menikmati pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk serta bercanda dengan kera penunggu kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmati aliran sungai yang dingin dan segar di bagian bawah daerah ini.Obyek wisata ini terletak didukuh Talunkacang, Kelurahan Kandri , Kecamatan Gunung Pati kurang lebih 8 Km dari Tugu Muda, dibuka untuk umum jam 08.00 s/d 18.00 WIB . Setiap tanggal 3 Syawal diadakan upacara Sesaji Rewanda.

2. Kelurahan Gunungpati tempat wisata kuliner

    

Di Kelurahan Gunungpati ini banyak terdapat peninggalan bersejarah dan wisata kuliner, dinataranya  Wisata Kuliner Pemancingan Dewa Daru, tempat Pemancingan Ngrembel Asri , yang disertai dengan permainan anak-anak kolam renang, flying fox dll adapun peninggal bersejarah Makam Pragulapati, yang awal mula berdirinya Daerah Gunungpati. dan masih banyak lagi tempet-tempat bersejarah yang masih alami belum di publikasikan.

    

   

   

3. Kelurahan Mangunsari  juga ada tempat rekreasi Pemancingan Kebon mulyo namanya,  ini tempat rekreasi keluarga ada sarana permainan anak-anak, kolam renang,dll.

     

 

 

Sejarah Al Asror

‘MENGENAL SEJARAH PONPES AL ASROR’
Mari kita mengupas sedikit tentang sejarah pondok pesantren assalafy al asror!

Syaikhuna Wa Murobbi Ruhina (Almaghfurllah K. Zubaidi)

Pada zaman dahulu ketika masih ada penjajahan di Indonesia. Pada masa pemerintahan kolonial Belanda ada seseorang yang pertama kali menyebarkan agama islam di daerah Patemon dan sekitarnya yaitu Simbah kyai Cagak Luas (Simbah Kyai Abdullah). Simbah kyai Cagak Luas termasuk seseorang yang Alim dan Sholeh. Beliau adalah Kakek dari Simbah Kyai Asror, setelah Beliau (Simbah kyai Cagak Luas) wafat, perjuangan Beliau kemudian diteruskan oleh cucunya (Simbah Kyai Asror).

Simbah Kyai Asror juga termasuk orang yang alim dan sholeh. Simbah Kyai Asror juga merupakan orang yang pertama menyebarkan agama islam diwilayah Patemon ini dan juga merupakan murid dari Simbah Kyai Sholeh Darat (Semarang). Beliau adalah orang yang menamakan desa Patemon ini dengan nama lain Desa Legoksari (walaupun legok-legok tetapi sari). Simbah Kyai Asror kemudian mendirikan sebuah masjid didesa patemon ini yang di beri nama masjid Al-Asror yang kita kenal sampai sekarang ini, yang kemudian masjid itu diteruskan oleh Simbah Abu Karim, dst. Simbah Kyai Asror mempunyai tiga orang anak, yaitu : Simbah Kyai Wahab, Simbah Nyai Siti Khotidjah, Simbah Kyai Mustofa. Nyai Siti Khotidjah kemudian menikah dengan Kyai Syamsuri (Girikusumo). Salah satu putri beliau namanya Simbah Siti Hajar Rohmah, yang kemudian menikah dengan Simbah Kyai Suratman. Simbah Kyai Asror wafat kira – kira sekitar tahun 1800an. Setelah Simbah Asror wafat, perjuangan beliau diteruskan oleh Simbah Kyai Suratman. Simbah Kyai Asror adalah kakek dari Simbah Kyai Suratman.

Simbah Kyai Suratman itu dulu aslinya orang Payaman (Magelang), pada masa mudanya beliau menuntut ilmu diberbagai daerah. Setelah menimba ilmu agama, kemudian tinggal di Semarang bersama kakeknya (Simbah Kyai Asror), Beliau juga termasuk salah seorang alim ulama’. Simbah Kyai Suratman kemudian menikah dengan Siti Hajar Rohmah. Setelah menikah, beliau dikaruniahi empat orang anak, yaitu : Simbah Kyai Sonhaji, Simbah Kyai Mastur (Mbah Hadi), Simbah Kyai Zubaidi, Simbah Kyai Zuhri. Beberapa tahun kemudian Simbah Kyai Suratman berjihad menyebarkan agama Allah dengan cara mendirikan sebuah pondok, Beliau mendirikan pondok kecil yang terbuat dari anyaman bambu\pring (Gedhek), yang sangat sederhana. Simbah Kyai Suratman kerap didatangi tamu-tamu dari kalangan Kyai, Polisi, Tentara, dll. Dari tahun ke tahun banyak orang-orang yang ingin belajar ilmu dengan beliau sehingga banyak orang yang mondok di pondok beliau. Simbah kyai Suratman juga merupakan kerabat dekat dari Simbah kyai Hasan Munadi (Nyatyono,Ungaran). karena kealiman dan kesholihan beliau, banyak orang yang datang meminta nasihat dan do’a kepadanya. Terkadang ada orang yang memberikan hadiah kepada beliau karena jasa beliau.

Ada sebuah cerita, ada orang yang pernah meminta nasihat pada beliau untuk memberikan solusi dari masalahnya, hajat orang itu ternyata terkabul melalui perantara doa beliau dan orang itu memberikan hadiah seekor sapi kepada beliau. Dalam cerita lain ada orang yang menginginkan sapi beliau dengan ditukarkan tanah seluas satu hektar lebih, orang itu sudah mengetahui kehebatan sapi beliau dan menginginkannya untuk dijadikan hewan ternaknya. Sebelum Simbah Kyai Suratman wafat beliau berpesan kepada isterinya Simbah Nyai Rohmah untuk menjual tanah dan hartanya untuk keperluan menuntut ilmu anak-anaknya (mondok di pesantren). Simbah Kyai Suratman wafat pada tahun 1967, sedangkan Simbah Nyai Rohmah wafat sekitar tahun 1970an. Jadi sebelum adanya pondok Al Asror ini dulunya sudah ada pondok lagi yaitu pondoknya Simbah Kyai Suratman. Setelah Simbah Kyai Suratman wafat, perjuangan beliau tidak berhenti disitu, perjuangannya diteruskan oleh putranya simbah kyai Zubaidi.

Simbah Kyai Zubaidi waktu muda dihabiskannya di pondok pesantren, Setelah menimba ilmu di pondok pesantren, kemudian Simbah kyai Zubaidi pulang dan menikah dengan Nyai Siti Markonah, dari pernikahan itu beliau dikaruniahi beberapa orang anak. Setelah itu mendirikan pondok pesantren pertamanya pada tahun 1980 yang diberi nama Pondok Pesantren Assalafy Al Asror, yang terletak di sebelah selatan Masjid AL-ASROR. Pada waktu dulu orang yang berguru (ngaos) diSimbah Kyai Zubaidi itu santrinya laki-laki semua belum ada santri putri, karena banyak orang yang ingin berguru kepada beliau (mondok), kemudian beliau mendirikan satu pondok lagi yaitu pondok putra (bagian atas), yang letaknya di sebelah barat Masjid AL-ASROR, kira-kira 30 m, sedangkan pondok yang berada bawah di tempati oleh santri putri sampai sekarang ini. Dengan kegigihan, kesabaran, dan semangat. Simbah Kyai Zubaidi memberikan pengajaran sedikit demi sedikit kepada santrinya agar semua santrinya itu dapat mengetahui ilmu agama dengan lebih jelas dan pasti.

Tahun berganti tahun semakin banyak orang yang ingin mencari ilmu kepada beliau. Pada tahun 1987, Simbah Kyai Zubaidi mendirikan sebuah Madrasah yang diberi nama Madrasah Tsanawiyah. Setelah terus berkembang, kemudian pada tahun 1990, beliau mendirikan sebuah madrasah lagi yaitu Madrasah Aliyah yang keduanya diberi nama AL ASROR. Tujuan beliau adalah agar orang – orang dapat mengetahui dan menambah wawasannya dalam bidang umum (formal), kalau dipondok pesantren pengajarannya itu mengenai ilmu agama secara jelas\ khusus (non formal). Diberi nama AL ASROR itu karena diambilkan dari nama Simbah Kyai Asror, orang kedua yang menyebarkan agama islam di wilayah patemon ini dan orang yang telah menamakan desa patemon ini dengan nama Legoksari. Setelah berselang agak lama beliau wafat pada tahun 1999. kemudian digantikan oleh putranya yang juga telah menimba ilmu agama dipondok pesantren Lirboyo,Kediri, Jatim.

Putranya itu bernama Kyai Almamnuhin Kholid (Gus Nuhin) yang menjadi Kyai kita sekarang ini. Gus Nuhin setelah pulang dari menuntut ilmu dipondok pesantrennya kemudian menikah dengan Istighfaroh. Dari pernikahan tersebut beliau dikaruniahi dua orang anak, yaitu Gus Zida dan Gus Naja. Beliaupun terus mengajarkan apa yang telah diperolehnya ketika masih menuntut ilmu dipondok pesantrennya dulu, karena banyaknya orang yang mondok dipondok Al Asror ini, Beliau kemudian mendirikan sebuah pondok untuk santri putra, yang sederhana (terbuat dari bata, semen, pasir, air, batu, dll). Yang letaknya disebelah utara Masjid Al Asror, tidak seperti dulu yang masih terbuat dari bambu (Gedhek). Setelah beberapa tahun kemudian beliau mendirikan pondok lagi untuk santri – santri putrinya (walau hanya pondasi doang) sedang dalam proses Oleh karena itu penting bagi kita untuk merawat dan menjaga Almamater pondok kita ini. Kita juga harus melanjutkan perjuangan beliau yang telah bersusah payah mengajari kita sedikit tentang luasnya ilmu agama dan sebagai generasi penerusnya kita wajib mengamalkan apa yang diperoleh kita dipondok ini walaupun sedikit sekali agar kita mempunyai pembatas dalam pergaulan didalam masyarakat serta dapat mengamalkanya. Itulah gambaran tentang sejarah berdirinya Pondhok Pesantren Putra – Putri Assalafiyah Al Asror ini yang hanya sedikit sekali.

By : Sholahuddin

Kategori:Administrasi

Data Kelurahan se-Kecamatan Gunungpati

image

Pusat Pemerintahan Kecamatan Gunungpati Kota Semarang

Kecamatan Gunungpati terdiri dari 16 Kelurahan, yaitu :

1. Kelurahan Pakintelan Luas Wilayah = 274.808 ha. terbagi   24 RT  6 RW

( Jumlah Penduduk  =   4.049    jiwa   )

2. Kelurahan Mangunsari Luas Wilayah =  221.154 ha.terbagi  22 RT  5 RW

( Jumlah Penduduk  =  4.038   jiwa    )

03. Kelurahan Plalangan Luas Wilayah =  331.727 ha.terbagi  19  RT   6 RW

( Jumlah Penduduk  =  3.422  jiwa   )

4. Kelurahan Gunungpati Luas Wilayah = 667.696 ha.terbagi   39 RT 10 RW

( Jumlah Penduduk  =  6.255 jiwa   )

5. Kelurahan Nongkosawit Luas Wilayah = 190.906 ha.terbagi  21 RT 5 RW

( Jumlah Penduduk  =  3.645 jiwa   )

6. Kelurahan Pongangan Luas Wilayah = 319.762 ha.terbagi  27 RT   5RW

( Jumlah Penduduk  =  4.882jiwa  )

7. Kelurahan Ngijo Luas Wilayah =  318.762 ha. terbagi   17 RT    3 RW

( Jumlah Penduduk  =  2.575 jiwa  )

8. Kelurahan Patemon Luas Wilayah = 499.088 ha. terbagi   17 RT   6 RW

( Jumlah Penduduk  = 4.016  jiwa   )

 

9. Kelurahan Sekaran Luas Wilayah =  490.718 ha. terbagi   26 RT   7 RW

( Jumlah Penduduk  =  6.241 jiwa  )

10. Kelurahan Sukorejo Luas Wilayah = 288.063 ha. terbagi  70 RT 12 RW

( Jumlah Penduduk  =  9.850 jiwa   )

11. Kelurahan Sadeng Luas Wilayah = 425.503 ha. terbagi    34 RT    6 RW

( Jumlah Penduduk  =  5.721 jiwa   )

12. Kelurahan Cepoko Luas Wilayah = 245.405 ha. terbagi   14 RT     3 RW

( Jumlah Penduduk  =  2.402 jiwa    )

13. Kelurahan Jatirejo Luas Wilayah =  247.776 ha. terbagi   10 RT    2 RW

( Jumlah Penduduk  =  1.723  jiwa  )

14. Kelurahan Sumurrejo Luas Wilayah = 325.159 ha.terbagi   27 RT  6 RW

( Jumlah Penduduk  = 5.415  jiwa  )

15. Kelurahan Kalisegoro Luas Wilayah = 281.884 ha.terbagi  15 RT   3 RW

( Jumlah Penduduk  =  2.720 jiwa   )

16. Kelurahan Kandri. Luas Wilayah =  245.490 ha. terbagi   26 RT     4 RW

( Jumlah Penduduk  = 3.799jiwa   )

PETA WILAYAH KECAMATAN GUNUNGPATI

 

Kategori:Administrasi

Email Kelurahan di Kecamatan Gunungpati

Email Kelurahan

1. Kelurahan Pakintelan =pakintelan@kecamatan-gunungpati.com

2. Kelurahan Mangunsari = mangunsari@kecamatan-gunungpati.com

3. Kelurahan Plalangan = plalangan@kecamatan-gunungpati.com

4. Kelurahan Gunungpati = Gunungpati@kecamatan-gunungpati.com

5. Kelurahan Nongkosawitn = nongkosawit@kecamatan-gunungpati.com

6. Kelurahan Pongangan = pongangan@kecamatan-gunungpati.com

7. Kelurahan Ngijo = ngjio@kecamatan-gunungpati.com

8. Kelurahan Patemon = patemon@kecamatan-gunungpati.com

9. Kelurahan Sekaran = sekaran@kecamatan-gunungpati.com

10. Kelurahan Sukorejo = sukorejo@kecamatan-gunungpati.com

11. Kelurahan Sadeng = sadeng@kecamatan-gunungpati.com

12. Kelurahan Cepoko = cepoko@kecamatan-gunungpati.com

13. Kelurahan Jatirejo = jatirejo@kecamatan-gunungpati.com

14. Kelurahan Sumurrejo = sumurrejo@kecamatan-gunungpati.com

15. Kelurahan Kalisegoro = kalisegoro@kecamatan-gunungpati.com

16. Kelurahan kandri = kandri@kecamatan-gunungpati.com

Kategori:Administrasi

Selamat Datang di Wilayah Patemon

Assalamu ‘alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Kategori:Uncategorized
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: